Apakah jabatan yang saya inginkan realistis? Bolehkah mengirimkan
lamaran kerja ke perusahaan yang tidak sedang membuka lowongan? Apakah
berkas lamaran kerja harus diprint berwarna agar
lebih diperhatikan oleh HRD?
Ketika menyiapkan aplikasi untuk melamar pekerjaan, orang sering
dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang merisaukan seperti itu,
yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kerisauan-kerisauan tersebut sudah
menjadi klasik sehingga justru kontraproduktif. Berikut sejumlah
pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para pencari kerja.
Temukan jawabannya sehingga Anda bisa mempersiapkan diri sejak dini, dan
lebih bisa memastikan apakah usaha Anda telah berada di jalan yang
benar.
1. Bagaimana saya tahu, pekerjaan yang saya inginkan sesuai dengan kemampuan saya?
Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan menengok kembali ke
masa awal Anda mencari kerja dan melihat apa yang Anda dapat sekarang.
Jika Anda mendapati diri Anda seperti membentur dinding –baik ketika
mencari kerja lewat
lembaga jasa penempatan, networking maupun internet– maka sadarilah bahwa
cita-cita Anda tidak sesuai dengan realitas pasar. Artinya, Anda perlu
menurunkan atau memikirkan kembali skala target Anda.
2. Saya ingin bekerja di Perusahaan A, tapi perusahaan tersebut
tidak memasang info lowongan kerja, bagaimana cara terbaik untuk
mendekatinya?
Cara terbaik adalah selalu mencoba (memanfaatkan)
jaringan yang terhubung dengan perusahaan itu. Bisa melalui teman Anda, atau temannya
teman Anda, yang jelas dia bisa memperkenalkan Anda dengan "orang dalam"
perusahaan yang ingin Anda tuju. Orang tersebut tak harus berasal dari
bagian atau departemen yang Anda inginkan.
Yang Anda perlukan hanya nama yang bisa mengubungkan Anda dengan pihak
yang tepat. Setelah Anda mendapatkan nama, tulislah pesan yang
mengungkapkan maksud Anda, dan menindaklanjutinya dengan menelepon.
Tapi, jangan langsung bicara tentang pekerjaan melainkan mintalah
kesempatan untuk bertemu.
3. Adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat resume saya lebih menonjol dibandingkan yang lain?
Sebenarnya tak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercantik sebuah
resume sehingga berbeda dari yang lain. Memakai tipografi yang tak biasa
atau cetak-berwarna memang membuat resume Anda beda, tapi pengusaha concern dengan isi.
Kadang metode pengiriman tertentu lebih menyita perhatian, tapi dalam
kompetisi yang ketat hal itu pun tak membantu. Hal terpenting adalah
menyebutkan keahlian khusus yang Anda miliki dalam resume tersebut, yang
relevan dengan posisi yang Anda incar.
4. Apa kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pencari kerja dalam
resume mereka? Kesalahan paling umum, sejauh ini, mencantumkan
sebanyak-banyaknya
fungsi dan tanggung jawab yang pernah dipegang di perusahaan sebelumnya.
Satu saja fungsi dan tanggung jawab yang spesifik akan lebih membuat
orang terkesan akan kemampuan Anda, dan secara otomatis lebih membantu
orang lain mendeteksi kesesuaian Anda dengan perusahaan/jabatan yang
sedang Anda lamar.
Kesalahan kedua, tidak cukup spesifik ketika menyebutkan kemampuan yang
dimiliki. Perusahaan lebih tertarik dengan hal-hal khusus yang Anda
kuasai.
5. Bagaimana cara terbaik membangun network?
Tak ada cara "terbaik". Namun, yang penting adalah bagaimana
memberdayakan semua sumber: keluarga, sahabat, asosiasi bisnis, mantan
teman sekelas dan sebagainya. Anda harus berusaha "terlihat" dan
tempatkan diri dalam berbagai situasi yang memberi Anda kesempatan untuk
bertemu orang-orang baru.
Terpenting dari semua itu, ketika kesempatan telah didapat,
manfaatkanlah sebaik-baiknya. Buatlah orang tahu apa yang sedang Anda
cari.
6. Apa nasihat terpenting untuk orang yang akan memenuhi panggilan wawancara kerja?
Senantiasi tempatkan diri sesuai dengan orang yang mewawancarai.
Ingatlah apa yang dia inginkan dari Anda: memastikan apakah Anda
memiliki keahlian, atribut personal dan motivasi yang mendukung sukses
dalam kerja. Yang harus Anda "jual" selama wawancara kerja adalah
elemen-elemen itu: keahlian dan personalitas yang dapat memberi
sumbangan penting untuk perusahaan yang sedang mewawancarai Anda.
7. Seberapa jauh saya harus jujur dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja?
Pada dasarnya, tentu, harus sejujur mungkin, sebenar mungkin. Tapi,
tergantung juga dengan pertanyaan yang diajukan. Untuk pertanyaan yang
jawabannya membutuhkan lebih banyak opini pribadi, misalnya, tentu tidak
bisa diukur dengan salah atau benar, melainkan jawablah dengan
meyakinkan. Intinya, tampilkan diri "sebenar" mungkin. Sekali Anda
tampak meragukan, maka semua yang Anda katakan selama wawancara akan
membuat pewawancara ragu.
8. Jika pewawancara memperlakukan saya secara tidak menyenangkan, apa yang harus saya lakukan?
Pertama, pastikan dulu apakah tindakan itu bagian dari skenario
wawancara –misalnya, sengaja untuk menguji respon Anda terhadap tekanan.
Ini memang jarang dilakukan, tapi bisa saja terjadi ketika kemampuan
untuk bertahan di bawah tekanan merupakan kualifikasi yang dituntut oleh
jabatan yang sedang Anda lamar.
Namun, jika yang Anda hadapi memang seorang pewawancara yang pada
dasarnya "kurang ajar", tetaplah bersikap tenang, dan profesional. Dan,
beruntunglah karena Anda tidak akan berurusan lagi dengan orang tersebut
setelah wawancara selesai.